Berniat Bercanda Dengan Anak Tiri, Bayi 15 Bulan Tewas Ditangan Sang Ayah

oleh -65 views
Tersangka roni andirawan saat melakukan reka adekan sang anak tiri yang tewas terbentur tembok . Foto: Saripudin

BEKASI- Dihadapan Kapolsek Serang Baru, Polres Metro Bekasi, AKP Wito dan puluhan awak media, Roni Andirawan (39), Ayah tiri dari bayi yang meninggal secara tak wajar beralasan melempar bayi yang baru berusia 15 bulan itu hanya bercanda.

“Awalnya saya nggak ada niat untuk membunuh bayi itu, saya itu bercanda. Saya tiduran, anak saya itu lempar-lemparan sama saya. Yang pertama, saya lempar pertama nggak kena tembok, kejedut, tapi lompat ke saya lagi, saya tangkap lagi. Pas kena guling pas begini kepalanya, kena tembok,” kata Roni.

“Tadinya bercanda. Tadi saya ngajaknya bercanda nggak kepikiran kalau sampai kejedot itu, karena dari pagi si bayi nangis terus,” sambungnya mengulas kembali.

Saat aksi pelemparan itu, Roni mengaku korban tertawa riang. Roni menyebut korban menghampiri dirinya untuk dilempar kembali.

“Saya lempar, ketawa-ketawa, lompat lagi, istri saya lagi mandi. Awalnya lempar ke kasur, dilempar di kasur sambil tiduran saya. Dia lompat ke saya, saya lempar lagi,” cerita Roni.

Roni pun menepis, jika dikatakan hal itu dilakukan karena dirinya merasa kesal tidurnya diganggu. “Bukan, bukan tidur, saya memang sengaja buat bermain. Nggak tidur saya, saya lagi goreng bebek, jadi saya juga pegang ketiaknya nih,” tandas Roni.

Sebelumnya, Roni Andirawan (39) ditahan polisi karena diduga melempar anak tirinya ke tembok hingga tewas. Polisi menyebut, pelaku sempat berbelit-belit saat diperiksa, tapi akhirnya tak bisa mengelak, karena bukti-bukti yang ada.

“Selama pemeriksaan, kita lakukan bahwa kondisi pelaku baik-baik saja, memang pada saat kita melakukan penyelidikan awal berbelit-belit ingin mengelabui bahwa bukan dia pelakunya,” kata Kapolsek Serang Baru, AKP Wito, Kamis (29/8/2019).

Kemudian lanjut Wito, dengan kejelian kita, kita temukan bukti-bukti dan saksi-saksi yang akhirnya tersangka sendiri tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

“Pelaku berprofesi sebagai pedagang nasi bebek. Tetangga mengenal dia sebagai orang yang mudah marah, temperamen, termasuk pada istrinya,” jelas Wito.

Jadi tambah Wito, saat kami lakukan penyelidikan diduga ada kecemburuan dengan mantannya yang dulu. “Jadi, sasarannya ke istrinya,” pungkas Wito.

Penulis: Saripudin