Status Medsos Berbau Penghinaan NKRI, Kembali Membuat Marah Para Netizen

oleh -268 views
Postingan Salah salah satu akun Facebook, yang dinilai Netizens menghina NKRI. Konten Jabar / Foto Facebook
Postingan Salah salah satu akun Facebook, yang dinilai Netizens menghina NKRI. Konten Jabar / Foto Facebook

TASIKMALAYA – Diduga bekas hasil status di salah satu Media Sosial (Medsos) oleh atas nama pengguna “Putri Sari”, yang diduga berniat merendahkan martabat dan sengaja menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tertanggal 15 dan 28 November tanpa diketahui tahunnya. Adanya unggahan hal tersebut di Medsos Facebook, sontak memancing emosi besar para Netizen Indonesia.

Akibat merasa tidak terima dengan status berupa hinaan terhadap NKRI itu oleh pengguna A/N “Putri Sari”, yang dalam fotonya sedang duduk memakai baju merah, Sehingga membuat beberapa Netizen marah dan mengkopinya menggunakan aplikasi seperti screen graberr, yang kemudian di unggah kembali di Media Sosial Facebook masing-masing, hal itu mereka lakukan, dengan harapan agar secepatnya status hinaan terhadap NKRI itu diketahui seluruh pihak Aparat Penegak Hukum di Indonesia, untuk secepatnya mengungkap pelakunya.

Rasa tidak terima terkait adanya status penghinaan terhadap NKRI yang tersebar di Medsos, seperti yang di lakukan salah seorang Netizen pengguna Facebook atas nama “Laila Yanti”, Akibat merasa tidak terima dengan adanya status hinaan NKRI itu, sehinga status hinaan tersebut Ia kopi paste dari A/N pengguna “Afi Sinar Pagi” yang berstatuskan “Tolong sebarkan,agar cepat di proses”. Kemudian, Ia unggah ulang di Medsos Facebooknya pada Minggu 25 Desember 2016 sekira pukul 02:00 WIB, dengan memakai status “Mo jdi apa negri kita di hina begini, Allahuakbar smga itu tidak benar”. Demikian dalam Medsos Facebook itu.

Status hinaan terhadap NKRI yang di unggah ulang hasil copyannya oleh Laila Yanti itu, Hingga pukul 07:00 WIB, di sukai 9 orang dan mendapat komentar dari salah seorang pengguna facebook A/N “Guntur Baraya Ti Tasik” dengan komentar emosi pertamanya yang merasa tidak terima adanya hinaan terhadap NKRI.

Pengguna Facebook A/N Laila Yanti kelahiran 22 Oktober 1983 tersebut ketika di konfirmasi Kontenjabar.com via inbok facebook mengatakan, “Tadi ada aplod temanku, jadi aku merasa gak enak, ya aku ikut share aja semoga bisa tersebar, biar pelakunya cepat di tangkap dan di proses hukum. Sakit banget Indonesia di hina begitu, Sumpah. Nanti aku tanyain sama temen yang aplodnya” kata pengguna face book Laila Yanti.

Sedangkan, pengguna Facebook A/N “Afi Sinar Pagi”, asal Kota Banda Aceh yang hasil uploadnya pada 21 Desember 2016, di copy A/N pengguna “Laila Yanti” tersebut, dan di upload pada 25 Desember 2016 pagi. Dua kali di konfirmasi via Inbok Facebook terkait hal yang sama, hingga Senin 26 Desember 2016 siang, pengguna Facebook A/N Afi Sinar Pagi tersebut tak juga membalas inbok konfirmasinya.

Sehingga Tim Kontenjabar.com Beberapa kali coba mencari tau akun pengguna A/N “Putri Sari” pemilik status diduga menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu di medsos facebook, namun, akun atas nama tersebut tidak juga ditemukan.

Demikian bunyi tulisan status diduga menghina NKRI oleh A/N ngguna “Putri Sari” yang Medsos pengunggahannya belum diketahui itu.

Pada November 15, at 1:42pm “Hei orang-orang indonesia jangan sombong kalian terhadap kami. Kamilah yang memberi makan untuk kalian. Kalau gak ada kami indonesia takkan maju. Produk-produk yg kalian pakai semua made in kami. Jangan sok angkuh kalian. Kalau kalian ingin melawan kami silahkan kami tidak takut. Lebih banyak rakyat kami cina di bandingkan rakyat indonesia…. Indonesia adalah negara paling bodoh di dunia ini.”

Kemudian statusnya pada 28 November pukul 17:15.
“Bendera kami berkibar di indonesia…. Terima kasih orang indonesia udah berkibar bendera kami di maluku….
Semoga makin banyak bendera kami berkibar di seluruh indonesia….
Takkan lama lagi RI akan menjadi RRC.. Semangat terus.. Pak presiden bersama kita.. Biarlah orang indonesia menjadi sampah.”.

Demikian dalam copian diduga menghina NKRI, yang beredar di Medsos Facebook. (Deni / Hens Pradhana)