Dorong Prioritas Vaksin, Bamsoet: Bayangkan Jika Wartawan Berhenti Kerja

oleh -124 views
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet. Foto : Istimewa

JAKARTA – Mengingat peran serta Wartawan atau Jurnalistik sering bertemu banyak orang, sebagaimana para Tenaga Kesehatan (Nakes) dan TNI-Polri, sehingga cukup sangat rentan terpapar Covid-19. Maka dari itu, kami mendorong pemerintah agar memasukan kalangan wartawan menjadi salah satu klaster prioritas yang mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Berdasarkan data Dewan Pers per tahun 2020, tercatat ada sekitar 17.000 wartawan yang telah tersertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Melalui vaksinasi terhadap para wartawan, pemerintah turut berperan memastikan agar kerja jurnalistik mereka terlindungi. Sehingga bisa menyajikan berita secara akurat, menghindari masyarakat dari berbagai disinformasi,”

Demikian dikatakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, di Jakarta, seperti dilansir Libasnews.com, Senin 18/01/2121.

Sebagai orang yang pernah menekuni dunia jurnalistik, Ketua DPR RI ke-20 itu ikut merasakan juga kegelisahan para wartawan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di satu sisi mereka juga tidak ingin terinfeksi dengan cara menghindari kerumunan maupun menjaga jarak dengan orang lainnya.

“Namun disisi lain karena tuntutan pekerjaan, sebagaimana dokter dan tenaga kesehatan, wartawan tidak mungkin bekerja secara work from home maupun melakukan aktifitas di rumah saja,” kata Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) menerangkan, perhatian yang diberikan pemerintah melalui prioritas vaksinasi terhadap wartawan sekaligus juga untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para anggota keluarganya, yang ikhlas melepas mereka tugas di medan perang Covid-19. Sehingga para wartawan pulang ke rumah tetap bisa membawa nafkah, bukan malah membawa virus Covid-19.

“Kita tidak bisa membayangkan para wartawan berhenti bekerja, tidak akan ada informasi yang bisa di dapatkan masyarakat. Namun kita juga tidak bisa membayangkan dalam menjalankan pekerjaannya, para wartawan tidak mendapat bekal yang cukup sehingga malah mengorbankan nyawanya,” pungkas Bamsoet.

Reporter : Deni
Sumber : Libasnews.com