Gandeng BNN, Pemdes Sukamulya Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

oleh -70 views
Jajaran Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, bersama pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, saat gelar sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan Kampung Ciparay, RT 01/02, Desa Sukamulya. Sabtu, 30/06/2018. KONTEN INDONESIA / Supriyanto 

KAB LEBAK – Sosialisasi Program Pencegahan Bahaya Narkoba yang diselenggarakan Pemerintahan Desa Sukamulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terhadap para generasi muda, yang digelar di wilayah Kampung Ciparay, RT 01/02 di desa tersebut, dihadiri sejumlah anak-anak dan siswa siswi serta para pemuda pemudi. Sabtu, 30/06/2018

Acara yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa tersebut dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), Polsek Cibeber dan Dinas Kesehatan, yang melibatkan Tidar dan Tagana, serta keluarga besar mahasiswa Kabupaten Lebak itu, disambut baik oleh seluruh kalangan Masyarakat dan juga mendapat dukungan penuh dari barisan Karang Taruna Sukamulya dan juga beberapa organisasi lain, yakni Putra Tugu, PSR lntan, Sinar Jaya, Bineka Reksa, Marga Saluyu, Karang Taruna Giri Kencana.

Ipan Rustiawan, Ketua Karang Taruna tersebut menyampaikan, kita mengadakan acara ini sebagai bentuk rasa prihatin dengan maraknya kabar peredaran narkoba yang sudah sangat membahayakan. Program yang kita gelar ini sipatnya untuk pencegahan, jangan sampai di Desa Sukamulya ini ada yang terkena dampak narkoba. Singkat Ipan, saat ditanya Kontenindonesia.com dilokasi acara. Sabtu, 30/06/2018.

Sementara itu, perwakilan dari BNN, Bandi, menghimbauan terhadap para pemuda pemudi dan generasi muda serta anak-anak didik lainnya, untuk tidak pernah mendekati apa lagi sampai mencoba jenis-jenis narkoba. Apa lagi sampai mencoba memakai dan menjadi pengedar narkoba nya, itu sangat bahaya.

“Intinya kita menghimbau, agar semua generasi jangan sampai terkena dan terlibat masalah narkoba. Seperti lem aibon yang marak dihisap-hisap sejumlah kalangan, itu juga mengandung narkoba, yang menghiasapnya akan menjadi eror seperti melayang layang. Apabila ada anak-anak membeli lem aibon lebih dari satu, itu patut kita curigai, dan yang terpenting, kita semua jangan sampai terjerumus bahaya narkoba. Stop Narkoba dari sekarang.” kata Bandi, saat diwawancara ditempat yang sama.

Selain itu, Kepada Desa Sukamulya, Maman Sumantri juga mengatakan, tanda-tanda pengguna narkoba semuanya akan kena pisik, berat badan pastinya akan turun drastis, mata cekung dan merah, muka pucat dengan bibir kehitaman, buang air besar dan kecil tidak lancar dan juga tangan berbintik merah. Siikap orang-orangnya kadang-kandang sangat sensitif dan cepat marah, karena emosinya naek turun.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Ciparay khususnya masyarakat Desa Sukamulya, apabila dari sekarang sesudah diadakannya Sosialisai Bahaya Narkoba ini, masih ada warga masyarakat yang terkena Narkoba, apalagi hingga bersentuhan dengan Hukum. Kami dari Pemerintah Desa tidak akan membantu. Silahkan selesaikan sendiri. Maka dari itu, mari segera jauhi narkoba dari sekarang.” tegas Maman.

Perwakilan dari Keluarga besar Mahasiswa Lebak (Kumala), Didin Nurohmat, juga menyampaikan, kepada seluruh masyarakat bapa dan ibu semuanya, untuk lebih serius lagi dalam mengawasi anak-anaknya. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Keluarga berperan yang sangat penting terhadap pengawasan kepada anak-anak atau generasi muda. Singkatnya.

 

 

Penulis : Supriyanto
Editor   : Deni