Hadiri Pembubaran IMO Yang Sekaligus Pembentukan MOI. Kasihhati : Pendiri IMO Yang Juga Ketum IPJI Sahabat Saya

oleh -72 views
Ketua Presidium FPII, Kasihhati (kanan), bersama Ketua MOI, Rudi Sembiring, pasca acara pembubaran IMO Indonesia yang sekaligus pembentukan MOI. Foto : FPII Grup

JAKARTA – Ikatan Media Online (IMO) Indonesia resmi membubarkan diri. Pembubaran IMO Indonesia tersebut terjadi pada saat Musyawarah Nasional (Munas I) yang digelar selama Dua hari yakni tanggal 27 hingga 28 September 2018, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat (Jakpus).

Pada momen tersebut yang sekaligus dengan pembubaran diri organisasi pers IMO Indonesia, secara bersamaan dibentuk perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) sebagai salah satu wadah perusahaan online di negeri ini. Dimana pada Munas I itu sendiri, melahirkan beberapa poin yang disetujui oleh Dewan Pendiri, Dewan Pengurus Pusat, dan juga 27 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) se-Indonesia. Pada Munas I tersebut, IMO Indonesia resmi membubarkan diri. Dengan demikian, organisasi yang dibentuk sejak setahun yang lalu itu tidak lagi dapat berfungsi seperti biasa.

Pada sidang paripurna Munas I tersebut yang diikuti 27 ketua DPW IMO se Indonesia, Pengurus Dewan Perwakilan Pusat (DPP) dan Dewan Pendirinya, sekaligus membahas beberapa alasan bahwa IMO Indonesia membubarkan. Salah satunya, terjadinya disharmonisasi ditubuh IMO Indonesia. Kedua, tidak adanya koordinasi dan komunikasi yang intens antar Pengurus Pusat dengan Dewan Pendiri, maupun antar pengurus dan DPW se-Indonesia. Ketiga, kepengurusan pusat yang telah dibentuk Dewan Pendiri sekitar setahun yang lalu, sifatnya hanya sementara dan uji coba.

Jika dalam limit waktu yang ditentukan dianggap organisasi ini tidak dapat berjalan dan berkembang, maka Dewan Pendiri memiliki kewenangan penuh untuk merevisi dan mengganti kepengurusan yang telah terbentuk, bahkan membubarkan organisasi IMO Indonesia atas persetujuan sedikitnya 2/3 dari kepengurusan DPW se-Indonesia.

Pembubaran IMO Indonesia melalui Rapat Paripurna Munas I ini, resmi dilakukan melalui prosedur sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) IMO, yang dibubuhi tanda tangan oleh 27 DPW se Indonesia, Dewan Pendiri dan Pengurus. Dengan demikian, hasil Munas I IMO Indonesia menyatakan, bahwa IMO Indonesia resmi membubarkan diri.

Sementara itu, terbentuknya MOI merupakan wadah bagi perusahaan media online, dan juga langkah yang tepat untuk memajukan media online di Indonesia. Pembentukannya diakui secara legalitas formal, yakni telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI, akta pendirian, dan diikat oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MOI, serta program kerja MOI.

Rapat yang dipimpin Lasman Siahaan SH. MH itu, menunaikan beberapa tahapan Munas I, yang antara lain, paripurna dan pleno Pengurus Pusat dan 27 DPW se-Indonesia, serta mengangkat secara aklamasi salah satu Dewan Pendiri, Rudi Sembiring, sebagai calon Ketua Umum MOI. Dengan demikian Perkumpulan MOI resmi telah terbentuk dan dinakhodai Rudi Sembiring.

Untuk melengkapi kepengurusan di daerah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MOI juga telah menerbitkan SK DPW se-Indonesia, serta kelengkapan legalitas lainnya. Ini dimaksudkan agar DPW bekerja ekstra membesarkan MOI, termasuk membentuk Kepengurusan Perkumpulan MOI di tingkat kabupaten/kota se Indonesia.

ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Kasihhati, yang hadir ditengah-tengah acara tersebut mengatakan, Taufik Rahman, Pendiri IMO yang juga ketua umum IPJI, dia adalah sahabat Saya, ketika beliau mengundang Saya untuk hadir di acara Pembubaran IMO dan pembentukan MOI, Saya harus hadir untuk menghormati Persahabatan kami, apalagi IPJI dan FPII sama-sama tergabung di Sekber Pers indonesia.

“Harapan Saya, semoga untuk kedepannya MOI lebih maju, tetap solid, dan tetap bersinergi dengan organisasi lainnya. Untuk pertanyaan lain diluar iti no comment.” kata Kasihhati, disela-sela acara tersebut kepada wartawan.

 

 

 

Sumber : FPII Grup
Editor    : Deni