Hendak Bergerak Menuju Gedung DPR/ MPR, Ratusan Pelajar Diamankan Polres Metro Bekasi

oleh -145 views
Jajaran Polres Metro Bekasi saat memeriksa tas milik para pelajar. Poto: Saripudin

BEKASI- Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 35 sekolah, terjaring operasi kepolisian Polres Metro Bekasi saat hendak menuju Gedung DPR/MPR untuk ikut dalam aksi unjuk rasa menolak RUU yang saat ini menjadi momok pro-kontra sebagian masyarakat Indonesia.

Dari perwakilan pelajar, hampir semua siswa berkelit untuk pergi ke Kota Tua, Jakarta. Namun setelah pihak kepolisian melakukan pendekatan secara perlahan dan memberikan pengarahan, hampir 100 persen para pelajar ini mengaku akan pergi menuju Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Kabag Ops Polres Metro Bekasi, AKBP YS Muryono menerangkan, para pelajar ini datang dari berbagai sekolah kejuruan di 3 wilayah. Para pelajar ini digiring pihak kepolisian dari 3 titik di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi.

“Para Pelajar kami giring dari 3 titik Lokasi Yang berbeda, yaitu di Kedung Waringin, Cikarang Timur dan Stasiun KA Cikarang. Untuk saat ini, persoalan seperti ini masih kami dalami, dan akan berkoordinasi serta meminta keterangan dengan pihak sekolah,” Ungkap AKBP Ys Muryono, saat ditemui di ruangannya, Rabu (25/09/2019).

Dari fakta yang ditemui di lapangan, beberapa pelajar ada yang diproses secara hukum lantaran membawa atribut yang dapat memancing kericuhan atau tawuran antar pelajar atau pihak lain, seperti sajam, bendera 3 warna, yakni Merah-Putih-Ungu dan bendera-bendera lainnya.

Selain itu, dari beberapa pelajar mengaku, mereka (pelajar, red) mengetahui informasi tersebut dari jejaring sosial (medsos) yang berisi ajakan untuk ikut menyuarakan menolak RUU KUHP, RUU KPK, dan RUU Pertanahan. Bahkan ada yang mengaku, mereka dibayar Rp20-50 ribu untuk bisa bergabung dengan teman-temannya di Jakarta.

“Semua pasti ada biangnya. Namun, masih kita dalami,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu kepala sekolah dari Karawang, Darto mengakui, tidak tahu-menahu soal kasus ini. “Saya dari pihak sekolah tidak tahu soal ini. Yang saya tahu, anak murid saya sedang melakukan ujian tengah semester (UTS). Tapi, setelah mendapat kabar, memang ada satu orang yang tidak mengikuti ujian dan berada di Polres Metro Bekasi,” tutupnya.

Dari informasi yang didapat di lapangan, siswa yang saat ini masih diamankan di Polres Metro Bekasi :

1. SMKN 1 P Karawang 6 orang,
2. SMK Bina Karya I & II Karawang, 35 orang,
3. SMK Lentera Bangsa Karawang, 5 orang,
4. SMK PGRI III Karawang, 14 orang,
5. SMK PGRI Klari Karawang, 29 orang,
6. SMK 8 Karawang, 14 orang,
7. SMK Karya Utama Karawang, 2 orang,
8. SMK Trijaya Sakti Karawang, 11orang,
9. SMK ISP Telaga Sari Karawang, 2 orang,
10. SMK Bina Kharisma Karawang, 1 orang,
11. SMK Industri Mandiri, 10 orang,
12. SMK Tehnicom Cikarang, 20 orang,
13. SMK PGRI Cikampek, 6 orang,
14. SMK 1 Pebayuran Bekasi, 2 orang,
15. SMK Bina Nasional Informatika, 1 orang,
16. SMK Bina Bangsa Sukatani, 5 orang,
17. SMK Global Mulia Pasir Gombong, 2 orang,
18. SMK Taruna Karya Karawang, 7 orang,
19. SMK Puja Mahardika, 11 orang,
20. SMK Bina Mitra Cikarang Timur, 11 orang,
21. SMK Jayabeka 1 Karawang, 5 orang,
22. SMK Bina Sakti Kedung Waringin, 16 orang,
23. SMK Adi Karya Cabang Bungin, 7 orang,
24. SMK YPK Purwakarta, 11 orang,
25. SMK Al jajari Pebayuran, 11 orang,
26. SMK Bina Ilmu Sukatani, 1 orang,
27. SMK Armania Cikarang Selatan, 1 orang,
28. SMK Taruna Bakti Cikarang Selatan, 2 orang,
29. SMKN 1 Cikarang Utara, 6 orang,
30. SMK Bina Bangsa Sukatani, 15 orang,
31. SMK 1 Jayakarta Dengklok Karawang, 4 orang,
32. SMK Nurul Anshor Karawang, 5 orang,
33. SMK Tehnologi Al Barkah Karawang, 1 orang,
34. SMA Yaspia Cibarusah, 3 orang, dan
35. SMK Purwakarta, 1 orang.

Penulis: Saripudin