Jika Usulan Ini Tidak Diindahkan, Honorer Kabupaten Lebak Sepakat Tuntut Keadilan Pemerintah

oleh -90 views
Ratusan honorer saat menghadiri acara Riungan Akbar Tenaga Honorer, yang digelar di Pasangrahan Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Sabtu, 22/09/2018. Foto : Supriyanto 

KAB LEBAK – Acara Riungan Akbar Tenaga Honorer yang digelar di Pasangrahan Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Sabtu 22/09/2018, yakni membahas terkait adanya berbagai pemberitaan yang diterima dan masih bersifat kurang jelas, serta masih tidak adanya keberpihakan pemerintah kepada nasib para honorer yang sudah belasan tahun mengabdi. Ungkap Lili Herdiana S. Pdi, Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan acara tersebut, disela-sela acara.

Lili berujar, meskipun sempat ada angin segar terkait program perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pihak pemerintah ternyata hanya bisa memberi kesempatan kepada pengikut tes yang usianya dibawah 35 tahun, itu pun dengan berbagai persyaratan yang sangat sulit. Sedangkan, bagi tenaga honorer yang usianya diatas 35 tahun, mereka belum tentu mau dikemanakan, meskipun kabarnya ada jalur via P3K yang juga dinilai masih belum jelas.

“Saya berharap, dengan adanya riuangan akbar para honorer dengan tema “Sagetih Saturunan, pa antay leungeun piken ngahontal kasuksesan” yang dihadiri kurang lebih 600 orang honorer ini, semoga bisa memancing keberpihakan pemerintah kepada para tenaga honorer.” kata Lili.

Sementara itu, Ade Bukhori Spd. SD, menyimpulkan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan secara akbar, kami selaku para pengurus Honorer tingkat Kabupaten sebelumnya telah melakukan roadshow ke beberapa wilayah, guna menampung segala aspirasi terkait nasib para honorer di Kabupaten Lebak. Sehingga hasil daripada riungan ini, dibuat sebuah kesepakatan yang akan dijadikan dasar usulan ke pihak pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kami atas nama Honorer Kabupaten Lebak, memohon waktu dekat sebelum wacana yang digulirkan tetkait CPNS atau P3K. Kami mendesak agar Bupati Kabupaten Lebak mengeluarkan sebuah pengakuan berupa SK Bupati, itu salah satu tuntutan kami. Pertemuan di Cibeber ini menghasil sebuah Deklarasi atau Tuntutan yang harus disikapi Pemerintah Pusat maupun Daerah dengan waktu secepatnya.” tegas Ade.

Ade menambahkan, apabila usulan kami dengan cara santun seperti ini tidak direalisasikan, kami sepakat akan menuntut secara menggiringkan semua honorer yang ada di Kabupaten Lebak, untuk menuntut bersama-sama. Sederhananya, biar kami tenang berikan kami sebuah ketenangan. Tuntaskan masalah Honorer di Kabupaten Lebak dengan sebuah kebijakan yang adil. Katanya.

 

 

Reporter : Supriyanto
Editor      : Deni