Kerusuhan Massa Di Manokwari, Wakil Gubernur Papua Barat Pastikan Sudah Kondusif

oleh -86 views
Pasca berlangsungnya kerusuhan oleh ribuan massa yang memblokade beberapa titik ruas jalan di Manokwari, Papu Barat, Senin 19/08/2019 pagi. Foto: Istimewa

MANOKWARI – Pasca terjadinya kerusuhan unjuk rasa oleh ribuan massa di wilayah Manokwari, Papua Barat, dapat dipastikan jika kini sudah kondusif. Ungkap Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, seperti dilansir Kompas.com pada Senin 19/08/2019 sore.

Seperti diketahui, aksi demonstrasi massa terkait protes persekusi sejumlah Mahasiswa Papua di Jawa Timur, pecah dengan terjadinya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin 19/08/2019 pagi.

Selain terjadi membakar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat, dan juga pembakaran ban yang melibatkan terbakarnya Bendera Merah Putih lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), massa juga menebangi pohon untuk memblokade jalan.

Seperti diberitakan Kumparan.com Sebelumnya, situasi di Manokwari, Papua Barat, pada Senin 19/08/2019 pagi sempat mencekam. Ribuan orang secara spontan melakukan aksi pembakaran ban dan memblokade Jalan Utama Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan Jalan Maniunggal Amban, Manokwari, Papua Barat. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas tindakan rasisme yang diduga dilakukan kepada Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Selain memblokade beberapa titik jalan di wilayah tersebut, Bendera Merah Putih bersama ban bekas juga terlihat dibakar. Bendera itu sebelumnya diletakkan di persimpangan jalan utama. Ada juga beberapa bangunan yang dirusak massa.

Sementara itu, Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi ketika dikonfirmasi mengungkapkan, situasi Manokwari secara umum masih terpantau kondusif dan terkendali.

“Belum ditetapkan status siaga satu. Kita terus membangun komunikasi agar aksi tidak anarkis,” tegas Kombes Pol Moch Sagi, seperti dalam pemberitaan Kumparan.com.

Sebelumnya dilansir dari laman Tempo.co, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI Sabtu 17 Agustus 2019 kemarin, terjadi penggerebekan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Nomor 10, Pacar Keling, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Penggerebekan tersebut dilakukan oleh aparat TNI diikuti pengepungan Satpol PP dan Ormas. Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Mapolres Surabaya.

Diduga, penggerebekan dipicu kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya jatuh di depan asrama. Sedangkan di Malang terjadi bentrokan antar Polisi dengan Mahasiswa asal Papua yang demonstrasi pada 15 Agustus 2019.

 

 

Sumber : Kompas.com / Kumparan.com / Tempo.co
Editor    : Deni