Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia,  Momen Penting Wujudkan Supremasi Hukum

oleh -75 views
Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, yang akan berkunjung ke Negara Indonesia. Konten Jabar / Foto Istimewa

JAKARTA – Adanya kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Negara Indonesia, merupakan salah satu bentuk adanya rasa kepercayaan Arab Saudi untuk berinvestasi di Indonesia. Kunjungan Raja Salman tersebut ke tanah air, harus di jadikan momentum yang sanagat penting guna mewujudkan supremasi hukum yang ada di negri ini. ucap Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo kepada wartawan, Senin 27 Feruari 2017.

Karena kata Bambang, Adanya rangkaian kesepakatan itu, mencerminkan bahwa adanya rasa kepercayaan para investor Arab Saudi terhadap sistem supremasi hukum Indonesia. Maka dari itu, kehadiran Raja Salman tersebut harus di jadikan hal yang sangat penting oleh semua institusi penegak hukum, serta harus di jadikan momentum dalam mewujudkan supremasi hukumnya. ujar Bambang.

Kunjungan Raja Salman itu di katakan Bambang, Harus di jadikan salah satu momentum penting oleh Negara Indonesia untuk memperbaiki citra. Kehadiran Raja Salman juga di harapkan bisa membenahi citra negara Indonesia sebagai negara yang layak untuk berinvestasi.

“Kehadiran Raja Salman beserta rombongan besarnya dengan misi investasi, itu akan memperbaiki citra Indonesia sebagai tujuan berinvestasi. Apalagi karena belum idealnya persepsi investor asing terhadap Indonesia,” ucap Ia.

Dalam konteks penanaman modal itu, Akan ada penandatanganan investasi oleh Aramco, untuk pembangunan kilang minyak yang ada di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) dan sejumlah proyek lain yang bernilai Rp.94,5 triliun.

Raja Salman beserta rombongan di rencanakan ke Bali pada 4 hingga 9 Maret 2017. Maka dari itu, pemerintah harus mampu dalam memaksimalkan momentum penting Kehadiran Raja Arab Saudi itu. Kehadiran Raja Salman, dan investasi Aramco serta pilihan Raja untuk berlibur di Bali, itu merupakan promosi gratis yang seharusnya mampu menaikkan rating Indonesia sebagai tujuan investasi. pungkas Bambang. ***

Editor : Deni