Presiden RI Joko Widodo Ungkapkan Peringatan Keras Kepada Penyebar Fitnah Dan Kabar Hoax

oleh -42 views
Presiden RI Joko Widodo, saat berfoto memegang kandang burung bersama warga masyarakat. KONTEN INDONESIA / Policeline.co 

KOTA SERANG – Presiden RI Joko Widodo, keluarkan peringatan sangat keras kepada orang yang menyebarkan fitnah dan menyebut dirinya terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peringatan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri pembagian sertifikat kepada warga yang digelar di Alun-alun Kota Serang, Banten. Rabu, 14/03/2018.

Awalnya, Presiden Jokowi hanya mengingatkan masyarakat yang hadir, agar tidak terprovokasi dengan kabar hoaks dan fitnah yang bertebaran di media sosial jelang pemilihan kepala daerah. Setelah itu, Jokowi pun bercerita bahwa dirinya juga menjadi korban hoaxs.

“Ada yang menyampaikan suara di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu,” kata Jokowi.

Jokowi menilai, fitnah tersebut sangat lucu dan tidak masuk akal. Sebab, PKI itu sudah bubar pada tahun 1965 dulu. Sementara, Jokowi sendiri lahir pada 1961.

“Baru umur tiga tahun. Masa ada PKI umur tiga tahun? Masa PKI balita???” katanya.

Yang membuat saya bertambah heran, dikata Jokowi, karena masih ada saja masyarakat yang masih mempercayai isu tidak berdasar tersebut. Tudingan-tudingan hoax seperti itulah yang kerap membuat saya memerasa marah karena tak berdasar.

“Ini bagaimana, kadang-kadang ya jengkel. Tapi di cari-cari orangnya enggak ketemu-ketemu. Awas kalau ketemu, tak “gebuk” betul-betul itu orangnya,” tegas Jokowi.

Jokowi mengimbau, agar seluruh Masyarakat Indonesia semuanya, untuk tidak gampang termakan fitnah dan kabar hoax semacam itu. Jangan sampai karena termakan isu fitnah dan kabar hoaks, masyarakat jadi salah memilih pemimpinnya.

“Itulah, kita harus hati-hati betul dalam Pilkada maupun Pilpres. Harus hati-hati. Pilihlah pemimpin yang baik dan benar-benar bisa menjalankan amanahnya. Jangan sampai keliru. Karena kalau keliru, yang dirugikan masyarakat-masyarakat semuanya juga,” terang Kepala Negara Indonesia itu. ***

 

 

 

Editor    : Deni
Sumber : Policeline.co