Gempa Tektonik. Penghuni Kantor FPII Setwil Jawa Barat Berhamburan Keluar

oleh -73 views
Catatan keterangan getaran gempa bencana alam. KONTEN INDONESIA / Dokumentasi Ilustrasi

KOTA BEKASI – Sejumlah orang Pengurus Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Sekretariat Wilayah (Setwil) Jawa Barat (Jabar), berikut pengurus Sekretariat Nasional (Setnas), serta beberapa orang jajaran Koordinator Wilayah (Korwil FPII) yang sedang singgah di Kantor FPII Setwil Jawa Barat, pada hari Selasa, 23/01/2018 sekira Jam 13:39 WIB, tiba-tiba merasakan adanya goyangan gempa.

“Kami sedang pada duduk-duduk di kantor FPII Setwil Jawa Barat, eh tiba tiba goyang seperti di ayun-ayun gitu,” kata Ketua FPII Setwil Jawa Barat, Merry Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya di grup WhatsApp FPII Jabar. Selasa, 23/01/2018.

Setelah mengetahui adanya gempa, di katakan Merry, pada saat itu juga semua orang yang berada di dalam Kantor FPII Setwil Jabar langsung berlarian keluar secara berhamburan meninggalkan ruangan kantor guna menyelamatkan diri dari hal-hal yang tidak di inginkan.

“Pasca goyangan gempa itu, Alhamdulillah tidak berimbas kerugian apapun, cuma kagetnya itu minta ampun. Namun beberapa warga di wilayah Depok, Jawa Barat, menginformasikan via WhatsApp, bahwa Gedung Pemerintah Depok dindingnya alami roboh.” kata Merry Panjaitan, yang akrab di sapa Bunda Merry itu.

Seperti hasil keterangan BMKG yang di beritakan Media Kontenindonesia.com sebelumnya, Hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa gempabumi berkekuatan M=6,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten, pada kedalaman 61 km.

Dampak gempabumi yang di gambarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG, menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi di rasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

Gempabumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (Aftershock).

Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan dan sekitarnya, di himbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya.***

 

 

 

 

 

Penulis  : Deni
Sumber : BMKG/Kontenindonesia.com/FPII