Perjuangan Anak Tukang Ojek, Hingga Lulus Seleksi Bintara Polri

oleh -95 views
Agustian Firlansyah, yang lolos dari seleksi Bintara Polri Tahun 2019, berkat kegigihan cita-citanya yang dibawa sejak kecil. Foto : Istimewa

SERANG – Meski terlahir dari keluarga kurang mampu yang ayahnya hanya sebagai tukang ojek di wilayah Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Dengan semangat membaranya, Agustian Firlansyah mampu meloloskan diri dari seleksi Bintara Polri Tahun 2019.

Pemuda asal Kampung Dukuh Mukid, RT 19/07, Desa / Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten itu, adalah salah seorang anak dari pasangan Roni Syahroni (50) dan Iroh Rohayati (42).

Setelah berhasil lolos seleksi Bintara Polri, secara mendadak Agustian Firlansyah menjadi perbincangan hangat banyak orang. Pasalnya, selama 20 tahun ini tidak ada perwakilan dari Kecamatan Saketi, yang lolos menjadi anggota kepolisian, ditambah Agustian yang hanya anak dari seorang tukang ojek.

Ketika coba disambangi ke rumah kediamannya, Roni Syahroni sedang menjalankan tugasnya yakni sebagai tukang ojek untuk antar jemput anak-anak SDN Saketi I Kabupaten Pandeglang. Di rumah tersebut hanya ada Iroh Rohayati, yang tengah menunggu suaminya pulang dari aktivitas.

Agustian yang biasa dipanggil Filan, diceritakan Iroh, lulus dari SMA pada tahun 2019. Sejak kecil dia mempunyai cita-cita sebagai abdi negara sehingga terus berjuang untuk mencapai cita-citanya itu, meski dengan keterbatasan ekonomi. Filan mengungkapkan keinginannya itu kepada kami, setelah dia melihat sebuah tayangan televisi terkait adanya pembukaan pendaftaran calon Taruna Akpol, Bintara, Tamtama penerimaan Polri Tahun 2019.

“Setiap hari Filan berlari pulang pergi ke sekolahnya sepanjang 10 kilometer. Karena ayahnya tidak ingin Filan kecewa, sehingga Ayahnya mendukung penuh keinginan Filan, dan sering ikut menemaninya berlari. Memang anak Saya suka sekali olahraga, apalagi setelah tau dibuka pendaftaran polisi. Selama 5 bulan anak Saya tidak lagi naik kendaraan ke sekolahnya. Setiap hari Filan berlari, mau berangkat ataupun pulangnya. Suami Saya juga ikut lari menemani Filan,” kata Iroh, kepada awak media ketika ditemui di rumahnya belum lama ini.

Terpisah, Roni Syahroni saat ditemui di pangkalan ojeknya, mengaku sangat bangga dengan kegigihan anaknya yang bisa lulus menjadi anggota polisi. Saat ini Filan sedang mengikuti pendidikan dan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri TA 2019 angkatan XLIV yang dilaksanakan di SPN Mandalawangi, Polda Banten, di Pandeglang.

“Alhamdulillah anak Saya bisa menjadi anggota Polri, meski kami hanya memberikan dukungan dan doa saja. Saya juga berpesan kepada anak Saya, jika sudah jadi polisi jaga amahan dan jangan lupa menjalankan ibadah,” kata Roni.

Sementara itu, Agustian Firlansyah mengaku menjadi anggota polisi merupakan cita-citanya sejak kecil. Selain ingin mengabdi kepada negara dengan menjadi anggota Polri, dirinya ingin membuat bangga kedua orangtuanya.

“Ingin mengabdi ke negara dan yang paling utama membanggakan kedua orangtua Saya. Selama ini ayah Saya hanya bekerja sebagai tukang ojek pengkolan yang penghasilannya cuma Rp 50 ribu setiap hari, hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarga kami saja,” ungkap Agustian, via pesan singkat WhatsApp.

Pemuda kelahiran 17 Agustus 2001 itu juga mengungkapkan, masuk polisi gratis, tidak perlu mengeluarkan biaya. Masyarakat cukup mempersiapkan fisik, akademik dan niat yang bersungguh-sungguh.

“Kalau masyarakat bilang masuk polisi bayar, itu bohong. Karena Saya sudah membuktikannya,” katanya.

 

Penulis : Supriyanto
Editor   : Deni