Deddy Mizwar: Kesbangpol Harus Jadi Grda Terdepan Dalam Pesta Demokrasi

oleh -52 views
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Konten Jabar / Foto Istimewa

CIANJUR – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar, ‎mendorong Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten/kota di Jawa Barat, agar bisa mengantisipasi terjadinya kegaduhan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Utamanya saat pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar.

Demikian di katakan Deddy Mizwar dalam Rapat Koordinasi Bidang Kesbangpol se-Jawa Barat di salah satu hotel di Cipanas, Cianjur, Kamis 20 April 2017. Dalam agenda tersebut, seluruh kepala Kesbangpol di Jawa Barat di kumpulkan guna mendapat pengarahan dan pembinaan.

Menurut Deddy, Pemilihan gubernur di Jawa Barat rawan kegaduhan, mengingat banyak daerah yang melaksanakan pilkada. Termasuk pilgub pada tahun depan.

“Melihat Jakarta dengan daerah yang lebih sedikit pun sangat gaduh, apalagi Jawa Barat dengan 16 daerah yang pilkadanya dan sekaligus pilgub. Lebih rawan lagi,” katanya.

Selain Pilkada serentak 2018 kata Deddy, Warga Jabar juga bakal menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun selanjutnya. Pemilihan DPRD, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI dan Presiden tentunya bakal menimbulkan kegaduhan lainnya.

“Pesta demokrasi dengan metode-metode ini yang menjadikannya di selenggarakan serentak adalah hal baru, tapi memang mungkin bisa saja ada ke gaduhan,” kata dia.

Menurutnya, Untuk mengantisipasi kegaduhan itu, jajaran dari pihak Kesbangpol harus jadi garda terdepan. Maka dari itu, Kesbangpol di Jabar di kumpulkan supaya kegaduhan tidak menimbulkan gejolak yang berakhir pada konflik di tengah rakyat Jawa Barat.

“Ya mudah-mudahan, Kesbangpol ini yang perlu paling depan mencegah kegaduhan saat pelaksana Pilkada serentak di Jabar,” ungkapnya.

Deddy menambahkan, Pendataan organisasi masyarakat (Ormas) oleh Kesbangpol sangat perlu di lakukan. Sebab, para ormas di perkirakan bakal terlibat politik dalam agenda pilkada. Jika tidak di data dengan baik, di khawatirkan muncul gejolak antar ormas nantinya.

“Ini yang juga salah satu hal yang patut di waspadai, konflik antar ormas. Makanya mesti di bina, jangan di biarkan begitu saja. Bina agar politiknya tidak salah jalur,” ucapnya.***

(Deni)

 

 

Jabar Ekspres.com