Relaksasi Tempat Dimasa Pademi, Pemkot Bandung Cermati Dua Aspek

oleh -101 views
Salah satu wahana permainan anak di Kota Bandung yang tengan ditinjau langsung oleh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna. Foto : Istimewa

BANDUNG – Dalam merelaksasi sebuah tempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar) tetap mempertimbangkan dua aspek untuk dicermati, yakni dimensi dalam segi kesehatan dan ekonomi, termasuk juga relaksasi sebuah wahana atau tempat bermain anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, usai meninjau tempat bermain anak Miniapolis Paskal dan Game Master King Shopping Centre bersama Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Senin 31 Agustus 2020.

Beberapa poin dikatakan Ema, yang merupakan hasil dari peninjauan akan dilaporkan dalam rapat terbatas. Pasalnya, Saya hanya bertugas untuk melihat dan meninjau, yang untuk keputusannya sendiri tetap diputuskan oleh Wali Kota Bandung.

“Sampai saat ini tentang tempat bermain anak itu belum diizinkan dalam Perwal (Peraturan Walikota) yang ada. Hasil dari kunjungan ini akan disampaikan kesiapan mereka seperti apa, beserta catatan-catatan dan gambarannya,” kata Ema.

Menurutnya, pengunjung yang datang ke tempat bermain tersebut merupakan anak-anak yang usianya berkisar 3-5 tahun, meskipun bersama pendampingnya masing-masing, ada risiko yang harus diperhatikan juga.

“Saya belum bisa meyakini (keamanan), di saat anak berbarengan ada di area tempat bermain. Anak usia 3-5 tahun itu mungkin umumnya belum paham pandemi. Perasaannya mungkin senang saja lari ke sana-sini,” ucap Ema.

Kemudian tambah Ema, mereka bisa mengambil benda-benda mainan yang ada dalam area pada waktu bersamaan, bagaimana mengontrolnya itu? Atau mungkin orang tua yang terus melarang jangan ini jangan itu?.

“Makanya hasil dari kunjungan tersebut tetap menjadi pertimbangan setelah menyimpulkan dari dua tempat bermain anak yang ditinjau dengan standar protokol kesehatannya masing-masing. Pasti pertimbangan ada, tapi dengan perilaku anak usia sekian. Tadi standarnya ada pendamping. Persoalannya, apakah orang tua harus melarang apa yang dilakukan anak? ungkapnya.

 

Reporter : Kurniawan Trianto / Kontenjabar.id
Editor      : Deni