Terkait Pembangunan Jalan Pasir Ipis – Garehong. AW : Saya Traumatis Dengan Kinerja Dinas PUPR Kabupaten Bogor

oleh -142 views
Tampak masih amburadulnya pekerjaan proyek pembangunan Jalan Pasir Ipis – Garehong, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 17 Oktober 2017. KONTEN INDONESIA / Ibra Hermawan

KAB BOGOR – Kepada warga masyarakat khususnya diwilayah Bogor Barat, harus benar-benar memantau dan mengawasi perkembangan pembangunan ruas jalan Pasir Ipis – Garehong yang dibiayai APBD Pemprov Jabar, senilai Rp.40 Miliar. kata Anggota Banggar, DPRD Provinsi Jawa Barat,  Asep Wahyu Wijaya, kepada wartawan, di Bogor, Selasa, 17 Oktober 2017.

Foto keterangan terkait proyek pembangunan jalan tersebut.

 

Ruas jalan itu dikatakan Asep, sangat strategis sekali bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Arus wisata dan arus ekonomi di kedua daerah tersebut diharapkan dapat terdongkrak dengan didukung infrastruktur yang memadai.

“Saat perjalanan pulang ke Bogor, setelah kunjungan ke Geopark Ciletuh, progress pembangunan di ruas Pasir Ipis – Garehong, per 13 Oktober kemarin masih terlihat amburadul,” ungkap anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat itu.

Sedangkan, Asep mengatakan, tenggat waktu untuk pembangunan jalan tersebut, harus selesai sampai tanggal 27 Desember 2017 mendatang.

“Dari info yang saya terima di lapangan, pembangunannya sendiri memang agak terlambat, karena terkait dengan pemberesan lahan di Taman Nasional dan PTP Cianten. Tapi, saat mereka merespon dengan baik, malah Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang kurang gesit mengurusnya,” tegas pria yang biasa disapa Kang AW itu.

AW menyebut, panjang jalan yang akan dibangun sebagaimana tercantum dalam penjabaran APBD 2017 Provinsi Jawa Barat, adalah 12 Km. Nilai proyek setelah lelangnya sendiri sekitar Rp.36 M. Jadi, harganya sekitar 3 milyar untuk setiap satu kilometer pekerjaan jalan itu.

“Terus terang saya agak traumatis dengan kinerja di Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Jangan sampai nasib pembangunan ruas jalan Pasir Ipis – Garehong ini pun akan terpuruk nasibnya. Alih-alih menikmati hasil pembangunan yang baik, masyarakat malah meratapi semakin hancurnya jalan karena pekerjaan yang tak terselesaikan,” terangnya.
(Ibra Hermawan)

 

Kontenindonesia.com